Kondisi awal RT 05 RW 14 kelurahan Karadenan Kecamatan Cibinong seperti pada umumnya kebiasaan warga, sampah dikelola dengan metoda pengangkutan oleh truk-truk pengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan ditutupnya salah satu TPA di lokasi Pondok Rajeg maka semakin sering sampah warga tidak terangkut tepat waktu. Akhirnya sampah menumpuk dan menimbulkan bau, keluarnya belatung, semakin banyaknya tikus dan kucing, disamping banyaknya pemulung yang memilah-milah sampah untuk mencari sampah yang masih bisa mereka manfaatkan.
Pada tahun 2006 beberapa warga kami di RT 05/14 berinisiatif untuk mencobakan sebuah metoda baru dalam pengolahan sampah terutama sampah yang tergolong sampah organic. Kami mencari informasi ke beberapa tempat yang sudah memulai mencobakan metoda baru tersebut.
Hasil dari pencarian informasi itu kemudian kami cobakan di tempat dengan peralatan yang paling sederhana, hasilnya (berupa kompos organic) ternyata dapat diapakai oleh sebagaian warga untuk tanaman.
Pada bulan Juli 2008 kami mendapat bantuan sarana dan prasarana pengolahan sampah berikut bangunannya dari Dinas TARKIM Provinsi Jawa Barat, melalui Dinas Cipta Karya Kabupaten Bogor, dan sampai sekarang masih bisa dipakai dengan baik.
Pengolahan sampah mandiri dilakukan oleh swadaya warga dengan dibantu oleh 3 orang pegawai yang bertugas sebagai :
1. 2 orang Pengangkut sampah yang sekaligus sebagai pemilah sampah organic dan an organic.
2. 1 orang pembantu pengolah sampah
Pengolah sampah organic menjadi pupuk dilakukan oleh warga secara swadaya/ gotong royong dan bergiliran terutama bapak-bapak dabantu oleh salah seorang pegawai yang secara khusus membantu dalam penggilingan sampah. Sedangkan pembuatan kerajinan dari sampah plastic dilakukan oleh ibu-bu PKK.
Sampah yang yang telah dipilah di tiap rumah diambil 2 hari sekali oleh pengambil sampah.
Sampah dari rumah kemudian dibawa ke hangar dan dipilah kembali dipisahkan antara sampah organic dan sampah non organic sebelum dimasukan ke dalam bak-bak pengolahan sampah
Sampah yang telah berada di di dalam bak ( proses composting) kemudian dibulak-balik untuk menjaga kelembaban (max 60 derajat) dalam 3 hari. Kemudian sampah-sampah itu di giling/dicacah menggunakan mesin pencacah hingga sampah tercacah sebesar 1-2 cm2.
Proses selanjutnya adalah pencampuran sampah dengan cairan komposter dengan perbandingan 1 sloki: 5 liter air dan disimpan kembali di bak-bak penampungan. Kadar air maksimal 25 %.
Sampah harus dibolak-balik dalam jangka waktu 3 hari Selama 3 minggu (21 hari)
Pada hari ke 21 sampah sudah dapat dipanen, hasil panenan kemudian diayak dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.
untuk hasil yang lebih baik kompos dapat dicampur dengan kotoran ternak dan bahan-bahan lain yang dapat menunjang terhadap kesuburan kompos atau tergantung kebutuhan pemakaian kompos, misalnya menunjang pertumb buah, untuk menunjang pertumb daun, akar danlain-lain.
selamat mencoba!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar